
Los Angeles (perempuanriang.com) – Angelina Jolie dilaporkan merasa sangat patah hati karena mantan suaminya, Brad Pitt, diduga telah menyerah dalam memperbaiki hubungannya dengan kedua anak tertua mereka, Maddox (23) dan Pax (21).
Pernyataan mengejutkan ini terungkap setelah bertahun-tahun berlalu sejak insiden kontroversial di pesawat pribadi pada 2016 yang menjadi titik awal kehancuran rumah tangga pasangan yang dulu dijuluki Brangelina ini.
Hubungan yang Rusak Permanen
Sebuah laporan menyebutkan, aktris pemenang Oscar berusia 50 tahun ini telah membuka hati kepada teman-teman terdekatnya mengenai situasi menyakitkan yang dialami keluarganya.
Sumber yang dekat dengan keluarga mengungkapkan bahwa Brad Pitt, 61, diyakini telah merusak hubungannya secara permanen dengan Maddox dan Pax, yang kini telah dewasa dan tidak lagi menjalin kontak dengan ayah biologis mereka.
“Dia (Brad) hancur, tetapi dia mulai menyadari bahwa hubungannya dengan anak-anak yang lebih tua tidak bisa diperbaiki lagi. Dia pikir mereka telah dihasut untuk melawannya,” ungkap sumber internal tersebut.
Sumber yang sama menambahkan dengan nada menyedihkan, “Orang-orang lupa betapa dekatnya dia dulu dengan kedua anak laki-laki itu. Dia memberikan segalanya untuk mereka, dan sekarang seolah-olah dia telah terhapus dari kehidupan mereka.”
Perjuangan Hukum Berkepanjangan
Pasangan yang dulunya menjadi ikon Hollywood ini mengalami transformasi dramatis dari couple goals menjadi salah satu pertempuran hukum terpanjang dalam sejarah perceraian selebriti. Meskipun secara resmi telah berstatus lajang sejak 2019, proses perceraian mereka baru benar-benar selesai pada 2024.
Perjalanan hukum yang panjang ini tidak hanya menguras emosi tetapi juga berdampak signifikan pada enam anak mereka: Maddox, Pax, Zahara (19), Shiloh (18), dan si kembar Knox serta Vivienne (16).
Di tengah badai konflik yang berkepanjangan, Angelina Jolie tetap berdiri teguh sebagai pelindung utama anak-anaknya. Aktris Maleficent terus memberikan dukungan konsisten yang dibutuhkan anak-anak selama proses yang melelahkan ini.
“Dia hanya pernah menjadi ibu yang protektif. Dia pikir dia telah memberikan kebebasan yang mereka butuhkan, dan hal-hal seperti kecelakaan sepeda dan malam yang mabuk akan datang bersamaan dengan itu ketika kamu berurusan dengan remaja yang sedang tumbuh,” jelas sumber tersebut.
Harapan untuk Anak Bungsu
Meskipun hubungan dengan kedua anak tertuanya tampak tidak dapat diperbaiki, Brad Pitt belum sepenuhnya memutuskan hubungan dengan anak-anak lainnya. Aktor ini dilaporkan masih berhati-hati namun tetap menyimpan harapan terkait hubungannya dengan anak-anak yang lebih muda.
Situasi ini mencerminkan kompleksitas dari konflik keluarga tingkat tinggi, di mana anak-anak sering kali menjadi korban dari perselisihan orang tua mereka.
Kritik terhadap Brad Pitt
Angelina Jolie dilaporkan merasa frustrasi dengan cara Brad Pitt menangani situasi ini. Menurut sumber yang dekat dengan aktris tersebut, Jolie tidak senang melihat mantan suaminya menggunakan berbagai alasan untuk menjauhkan diri dari anak-anak dan malah memposisikan dirinya sebagai korban dalam setiap situasi.
Dinamika ini menunjukkan betapa rumitnya hubungan pasca-perceraian, terutama ketika melibatkan anak-anak yang sudah cukup dewasa untuk membuat keputusan sendiri mengenai hubungan mereka dengan orang tua.
Kasus Brangelina ini menjadi pembelajaran penting tentang bagaimana konflik orang tua dapat berdampak jangka panjang pada hubungan keluarga. Dengan Maddox dan Pax yang kini sudah dewasa dan memiliki perspektif sendiri tentang situasi keluarga mereka, pemulihan hubungan dengan Brad Pitt tampaknya menjadi semakin sulit.
Situasi ini juga menyoroti pentingnya penanganan yang bijaksana dalam kasus perceraian yang melibatkan anak-anak, serta bagaimana tindakan dan keputusan orang tua dapat memiliki konsekuensi yang berlangsung seumur hidup.
Hingga saat ini, baik pihak Angelina Jolie maupun Brad Pitt belum memberikan komentar resmi terkait laporan terbaru ini. (mit)
Pantau info terbaru perempuanriang.com di Google News
