Surabaya (perempuanriang.com) – Drama Korea The WONDERfools menjadi salah satu serial original Netflix yang mencuri perhatian pada 2026. Disutradarai Yoo In-sik dan ditulis Heo Da-joong berdasarkan konsep yang dikembangkan Kang Eun-kyung, serial ini menawarkan pendekatan berbeda terhadap genre superhero yang selama ini identik dengan sosok kuat dan sempurna.
Alih-alih menampilkan pahlawan super yang hebat, The WONDERfools justru berfokus pada sekelompok warga biasa yang memperoleh kemampuan luar biasa dengan cara yang tidak disengaja. Mereka bukan tokoh yang memiliki visi besar untuk menyelamatkan dunia, melainkan individu-individu yang sedang berjuang menghadapi masalah hidup masing-masing.
Berlatar di kota fiktif Haeseong menjelang pergantian milenium tahun 1999, cerita mengikuti Eun Chae-ni (Park Eun-bin), Son Gyeong-hoon (Choi Dae-hoon), dan Kang Ro-bin (Im Sung-jae). Ketiganya secara tidak sengaja memperoleh kekuatan super setelah terpapar limbah beracun yang berasal dari eksperimen rahasia bernama Proyek Wunderkinder.
Keadaan semakin rumit ketika mereka bertemu Lee Un-jeong (Cha Eun-woo), seorang pegawai negeri yang menyimpan kemampuan telekinetik dan masa lalu misterius. Bersama-sama mereka harus menghadapi ancaman Ha Won-do (Son Hyun-joo), ilmuwan yang bertanggung jawab atas eksperimen manusia yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Kelebihan Drama
Salah satu kekuatan terbesar The WONDERfools terletak pada karakterisasinya. Setiap tokoh memiliki latar belakang yang kuat, kelemahan yang manusiawi, serta perkembangan karakter yang terasa alami. Penonton tidak hanya diajak menyaksikan aksi para tokohnya, tetapi juga memahami luka, ketakutan, dan harapan yang mereka miliki.
Penampilan Park Eun-bin kembali menjadi sorotan. Aktris tersebut berhasil membawakan karakter Chae-ni dengan energi yang kuat, emosional, sekaligus menghibur. Sementara itu, Cha Eun-woo menunjukkan sisi akting yang lebih matang melalui karakter Un-jeong yang kompleks dan penuh misteri.
Drama ini juga berhasil memanfaatkan latar akhir 1990-an secara efektif. Nuansa Y2K, kepanikan pergantian milenium, serta atmosfer kota kecil Korea Selatan memberikan identitas visual yang berbeda dibandingkan drama fantasi modern lainnya.
Selain itu, konsep kekuatan super yang tidak sempurna menjadi daya tarik tersendiri. Teleportasi yang muncul saat jantung berdebar, kemampuan perekat yang aktif ketika berbohong, hingga kekuatan fisik yang muncul karena emosi membuat adegan-adegan dalam serial ini terasa segar dan penuh kejutan.
Kekurangan Drama
Meski memiliki konsep menarik, tempo cerita pada beberapa episode awal berjalan cukup lambat. Pengenalan karakter yang banyak membuat perkembangan konflik utama terasa tertunda sehingga membutuhkan kesabaran penonton.
Perubahan nada cerita juga terkadang terasa mendadak. Serial ini dapat berpindah dari komedi absurd ke drama emosional, lalu masuk ke thriller gelap dalam waktu yang relatif singkat. Bagi sebagian penonton, transisi tersebut mungkin terasa kurang mulus.
Di sisi lain, babak akhir menghadirkan banyak informasi terkait Proyek Wunderkinder dan konspirasi masa lalu. Kompleksitas cerita tersebut membuat beberapa subplot terasa kurang mendapatkan penyelesaian yang mendalam.
The WONDERfools bukan drama superhero konvensional. Serial ini lebih menekankan perjalanan emosional para karakter dibandingkan aksi spektakuler. Dengan kombinasi komedi, fantasi, misteri, dan drama kemanusiaan, The WONDERfools menawarkan pengalaman menonton yang unik dan berbeda dari kebanyakan drama Korea bertema kekuatan super.
Didukung akting solid dari Park Eun-bin, Cha Eun-woo, Choi Dae-hoon, dan Son Hyun-joo, serial ini layak menjadi salah satu drama Korea paling menarik pada 2026, terutama bagi penonton yang menyukai kisah tentang orang-orang biasa yang berusaha menemukan arti keberanian di tengah keterbatasan mereka. (tas)
Pantau info terbaru perempuanriang.com di Google News

