Surabaya (perempuanriang.com) – Dunia kembali memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) pada 8 Maret 2026. Tahun ini menjadi momen penting karena menandai peringatan ke-115 sejak gerakan global tersebut mulai dikenal pada awal abad ke-20. Kampanye tahun ini mengusung tema “Give To Gain”, yang menekankan pentingnya semangat berbagi, kolaborasi, dan dukungan dalam memperkuat peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Tema “Give To Gain” mengajak individu, organisasi, maupun komunitas untuk menumbuhkan budaya saling memberi demi membuka lebih banyak peluang bagi perempuan. Gagasan ini menekankan bahwa kontribusi terhadap kemajuan perempuan bukanlah sebuah pengorbanan, melainkan investasi sosial yang menghasilkan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Konsep tersebut menyoroti bahwa ketika seseorang memberikan dukungan—baik dalam bentuk pengetahuan, waktu, akses, pendanaan, maupun advokasi—maka peluang bagi perempuan untuk berkembang akan semakin terbuka. Ketika perempuan dapat berkembang secara optimal, dampaknya juga akan dirasakan oleh keluarga, komunitas, hingga pembangunan sosial secara keseluruhan.
Sejarah Singkat Hari Perempuan Internasional
Sejarah Hari Perempuan Internasional berawal dari dinamika sosial pada awal 1900-an, ketika perempuan di berbagai negara mulai menuntut hak yang lebih adil di tengah perubahan besar di dunia industri. Salah satu momentum penting terjadi pada tahun 1908 ketika ribuan perempuan di New York melakukan aksi menuntut jam kerja yang lebih manusiawi, upah yang layak, dan hak politik.
Gerakan tersebut kemudian berkembang secara internasional. Pada tahun 1910, aktivis perempuan asal Jerman, Clara Zetkin, mengusulkan ide peringatan Hari Perempuan Internasional dalam sebuah konferensi perempuan pekerja di Kopenhagen. Usulan tersebut disepakati oleh perwakilan dari berbagai negara dan menjadi tonggak lahirnya peringatan global bagi perjuangan perempuan.
Sejak tahun 1911, peringatan ini mulai dirayakan di beberapa negara Eropa dan terus berkembang hingga akhirnya ditetapkan pada tanggal 8 Maret sebagai tanggal resmi peringatan global. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemudian secara resmi memperingati Hari Perempuan Internasional sejak tahun 1975, sekaligus memperkuat kampanye global untuk kesetaraan gender.
Cara Mendukung Kampanye “Give To Gain”
Semangat “Give To Gain” dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata di lingkungan kerja, keluarga, maupun masyarakat. Dukungan tersebut dapat berupa memberikan kesempatan belajar, berbagi pengetahuan, menyediakan akses terhadap sumber daya, hingga menciptakan ruang yang aman dan setara bagi perempuan.
Selain itu, individu maupun organisasi juga dapat berkontribusi dengan mendukung pelatihan, mentoring, atau memberikan pengakuan terhadap prestasi perempuan. Mendorong upah yang setara, membuka peluang kepemimpinan, serta memberikan akses terhadap pendidikan juga menjadi langkah penting untuk mempercepat kesetaraan.
Dalam konteks sosial yang lebih luas, kegiatan seperti seminar, lokakarya, kampanye edukasi, hingga penggalangan dana untuk program pemberdayaan perempuan dapat menjadi bagian dari peringatan Hari Perempuan Internasional.
Tujuan Peringatan Hari Perempuan Internasional
Hari Perempuan Internasional memiliki sejumlah tujuan utama yang terus diperjuangkan hingga saat ini. Peringatan ini menjadi momentum untuk merayakan berbagai pencapaian perempuan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, politik, hingga ekonomi.
Selain itu, peringatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan gender serta mendorong perubahan kebijakan yang lebih adil bagi perempuan. Kampanye ini juga kerap menjadi ajang advokasi global untuk mempercepat upaya penghapusan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan.
Cara Berpartisipasi dalam Kampanye
Salah satu cara simbolis untuk ikut dalam kampanye tahun ini adalah dengan melakukan pose “Give To Gain”. Gerakan ini dilakukan dengan menangkupkan tangan atau membuat gestur memberi sebagai simbol solidaritas dan dukungan terhadap kemajuan perempuan.
Peserta juga dapat membagikan pesan dukungan di media sosial menggunakan tagar #GiveToGain untuk mengajak lebih banyak orang terlibat dalam gerakan global ini. Gestur tersebut melambangkan keterbukaan, kejujuran, serta komitmen untuk saling mendukung.
Momentum Global untuk Kesetaraan
Dengan sejarah lebih dari satu abad, Hari Perempuan Internasional telah berkembang menjadi gerakan global yang dirayakan di berbagai negara. Peringatan ini bukan milik satu organisasi atau kelompok tertentu, melainkan gerakan kolektif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Berbagai komunitas, institusi, maupun individu dapat memperingati hari ini dengan cara yang relevan dengan konteks masing-masing, baik melalui kampanye advokasi, kegiatan edukatif, maupun perayaan atas keberhasilan perempuan.
Hari Perempuan Internasional menjadi pengingat bahwa perjuangan menuju kesetaraan gender masih terus berlangsung. Partisipasi masyarakat luas menjadi kunci penting dalam menciptakan dunia yang lebih adil, inklusif, dan setara bagi perempuan di masa depan. (tas)
Pantau info terbaru perempuanriang.com di Google News

