Berita

Luncurkan Bumbu Praktis Nasi Goreng Matah, Sasa Raih Rekor MURI


Produk terdepan untuk bumbu praktis masakan Sasa meraih rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kegiatan yang dinamakan “Buka Puasa dengan Nasi Goreng Peserta Terbanyak”, oleh karena jumlah porsi nasi goreng yang dimasak sebanyak 20.000 porsi. Sertifikat rekor MURI diserahkan oleh Senior Manager MURI Triyono di lokasi acara, yakni di SMKN 57 Jakarta Selatan.

Mengambil momentum di bulan Ramadan, Sasa melihat pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, yang bisa dilakukan dengan penyajian menu-menu yang ringkas seperti nasi goreng. Nasi Goreng dipilih menjadi menu yang dimasak dalam acara ini oleh karena nasi goreng merupakan salah satu menu populer yang cocok dihidangkan untuk berbuka maupun sahur karena selain praktis, rasanya enak, dan harganya terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Varian yang dimasak secara massal ini merupakan salah satu varian baru; Sasa Bumbu Nasi Goreng Sambal Matah yang telah diperkenalkan pada Februari lalu bersamaan dengan 2 varian baru lainnya yaitu Sasa Nasi Goreng Barbeque dan Sasa Nasi Goreng Telur.

Dalam rangka menyongsong hari Lebaran, Sasa pun turut menyertakan varian produk Sasa Bumbu Rendang, mengingat menu rendang merupakan menu yang lazim dihidangkan saat momen Lebaran. Berbeda dengan biasanya, rendang yang dihadirkan oleh Sasa ini tidak menggunakan bahan daging sebagai bahan utamanya, sehingga harganya terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa bumbu rendang ini dapat dengan mudah dikreasikan dengan berbagai menu lainnya.

“Nasi goreng merupakan masakan paling mudah dan proteinnya lengkap. Hari ini kami meluncurkan bumbu praktis untuk dua makanan yang diakui dunia, yaitu Nasi Goreng dan Rendang. Bumbu nasi goreng kami juga merupakan produk yang praktis sehingga semua orang bisa memasaknya dengan mudah selain kualitas rasa yang lezat. Bumbu Rendang kami juga sudah dilengkapi dengan santan sehingga membuat rendang sendiri pun bisa dengan mudah dilakukan,” ujar Albert Dinata selaku Marketing Director, Consumer Acquisition & Retention PT Sasa Inti pada konferensi pers “Buka Puasa dengan Nasi Goreng Peserta Terbanyak” pada hari ini.

Head Corporate Chef PT Sasa Inti juga Chef Rendy Kongs menambahkan bahwa bumbu praktis yang disajikan hari ini bukan hanya mengejar jumlah makanan yang dibagikan, namun juga menjaga kualitas tinggi makanan dengan bumbu praktis Sasa. “Bumbu Sasa ini membantu kami menjaga timing dalam memecahkan rekor memasak 20,000 porsi nasi goreng hari ini, karena memang sangat praktis digunakan yang dengan tetap memperhatikan rasa juga. Pengalaman memasak menjadi lebih simple karena tidak perlu lagi ditambahkan bahan seperti bawang dan cabai,” tambah Chef Kongs.

dr. Cindiawaty J. Pudjiadi, MARS, MS, SpGK, Spesialis Gizi Klinis, mengonfirmasi bahwa dengan cara masak yang tepat, nasi goreng juga dapat mengakomodasi nutrisi yang ideal untuk sehari-hari. “Nasi goreng mengandung berbagai nutrisi termasuk karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Di dalam masa pandemi, memasak nasi goreng di rumah menyediakan opsi praktis dan tetap bergizi, tinggal disesuaikan lauk pauknya. Kadarnya hanya perlu disesuaikan, yang penting tidak ada pemakaian bahan yang berlebihan dan jika ditambahkan sayur akan semakin baik” tambah dr. Cindy.

Aksi memasak nasi goreng untuk berbuka puasa ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia sehingga berhasil memecahkan rekor MURI. “Museum Rekor Indonesia dengan bangga menyerahkan sertifikat rekor kepada Sasa sebagai penyelenggara acara ‘Buka Puasa dengan Nasi Goreng Peserta Terbanyak’ sebanyak 20.000 porsi,” ungkap Triyono selaku perwakilan MURI yang diikuti dengan penyerahan sertifikat kepada perwakilan Sasa.

Penyerahan rekor MURI ditutup dengan aksi sosial berupa pembagian 20.000 porsi nasi goreng kepada 20.000 warga di masjid/mushola maupun area pemukiman di sekitarnya.


Post Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.